Selamat datang di website kami!
×

Novita Hardini Soft Launching Program Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah) di Trenggalek

Last Updated 2020-06-23T07:59:12Z
Donald Trump
Novita Hardini Soft Launching Program Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah) di Trenggalek

JAWA TIMUR - KABUPATEN TRENGGALEK

Pemerintah Kabupaten Trenggalek kian serius menyelesaikan penanganan sampah di daerahnya. Bila sebelumnya Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin melaunching aplikasi program Sangu Sampah dalam kegiatan sosialisasi Perda RPJMD tahun 2025-2030 di Gedung Serbaguna Desa Malasan, Kecamatan Durenan kini Novita Hardini SE., ME., Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek yang juga Anggota DPR RI Dapil VII Jatim melakukan Soft Launching Program Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah), di Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.

 

Keduanya memiliki peranan yang sangat penting dalam menyelesaikan sampah di Kabupaten Trenggalek. Bahkan dari aktivitas ini bisa berdampak nilai ekonomi bagi masyarakat. Sangu Sampah maupun Program Perempuan Sarinah memiliki peranan yang berbeda dan saling melengkapi antara keduanya.

 

Bila Sangu Sampah mengajak pelajar di Trenggalek untuk menjadi Pioneer bagi setiap keluarga memilah sampah anorganik untuk dibawa ke sekolah yang nantinya ini bisa dikonversi menjadi uang saku bagi mereka, Perempuan Sarinah lebih kepada menyelesaikan sampah organik di setiap rumah tangga menjadi pupuk organik padat maupun cair. Sebagai pelaksananya nanti adalah Kelompok Wanita Tani yang ada di daerahnya masing masing. 

 

Sedangkan untuk sampah elektronik nanti akan dikelola relawan Sepeda Keren. Sementara untuk minyak jelantah akan dikelola oleh PKK. Jadi semua sudah dipilah sehingga nanti tidak berebut sampah antara satu dengan yang lainnya.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, SE., ME., yang juga anggota Komisi VII DPR-RI saat Soft Launching Program Perempuan Sarinah ini mengatakan, "ide Perempuan Sarinah sendiri berawal dari kesadaran bahwa hari ini kita sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Tidur tidak tenang, kapan bencana hadir. Kadang kita menunggu hujan dan hujan itu kita nilai sebagai berkat, tapi terkadang kita juga takut hujan itu bisa menjadi banjir. Sehingga berdampak kerusakan-kerusakan yang juga berdampak ekonomi dan ini menjadi momok tersendiri bagi masyarakat," ucapnya, Minggu (21/12/2025)

 

Sayapun juga begitu, sambung Master of Economic UINSATU itu "melihat keprihatinan masyarakat kok rasanya tidak bisa tidur. Sehingga saya mencoba untuk mengalihkan bagaimana kita mengentaskan masalah lingkungan dengan mengenolkan sampah dan meningkatkan potensi ekonomi bagi seluruh penggerak-penggerak kita," imbuhnya.

 

Saya tidak menyebut relawan-relawan, tapi saya pasti akan menyebut seluruh penggeraknya sebagai pengusaha-pengusaha sampah. Dimana dari gerakan-gerakan sampah ini ini ada nilai ekonomis yang bisa mereka hasilkan.

 

Ini berkolaborasi, lanjut penggiat perempuan itu "satu sampahnya Pak Bupati menargetkan kepada sampah yangnon organik. Dimana menargetkan anak-anak sekolah. Kemudian lapisan masyarakat yang erat kaitannya dengan ibu rumahtangga yang didalamnya ada Komunitas Sepeda Keren, Komunitas PKK dan juga ada Komunitas KWT," lanjutnya menjelaskan.

 

Ini kami kawinkan untuk memilah-milah sampah dengan sesuai targetnya masing-masing. Tidak ada benturan satu sama lain untuk royokan sampah. Jadi untuk menghindari royokan sampah saya sudah klasifikasikan, siapa yang bagian yang mengurus sampah limbah, siapa yang mengurus sampah elektronik. Terus siapa yang mengurus sampah jelantah. Karena jelantah ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi ibu rumahtangga. Dan itu nanti akan dikelola diawasi oleh ibu-ibu PKK.

 

Sampah rumah tangga dikelola oleh ibu-ibu PKK dari jelantahnya itu. Kemudian dengan sampah yang erat kaitannya dengan sampah elektronik akan dikelola oleh kader-kader Sepeda Keren yang nanti berkerjasama juga dengan industri-industri yang ada di Kabupaten Trenggalek. Kemudian sampah yang berhubungan dengan pangan itu dikelola oleh ibu-

ibu KWT. (Tgx.hr)

×
Berita Terbaru Update