Selamat datang di website kami!
×

Mentan Amran Sita Ratusan Ton Bawang Ilegal, Negara Tegaskan Perang Terhadap Mafia Pangan

Last Updated 2020-06-23T07:59:12Z
Donald Trump
Mentan Amran Sita Ratusan Ton Bawang Ilegal, Negara Tegaskan Perang Terhadap Mafia Pangan

JAWA BARAT - KABUPATEN BEKASI

Jakarta –cairantinta.id. Pemerintah kembali menunjukkan sikap keras terhadap praktik mafia pangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung memimpin penyitaan ratusan ton bawang bombay ilegal yang disimpan di sebuah gudang kawasan Semarang Utara, Jawa Tengah.

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak lagi mentoleransi impor pangan tanpa prosedur resmi yang berpotensi merugikan petani dan membahayakan ekosistem pertanian nasional.

 

Dalam operasi bersama aparat penegak hukum, petugas mengamankan ribuan karung bawang bombay yang diduga masuk ke Indonesia tanpa dokumen sah dan tanpa melalui mekanisme karantina.

 

Ancaman Bukan Sekadar Kerugian Ekonomi

 

Menteri Pertanian menegaskan, praktik penyelundupan pangan bukan hanya soal pelanggaran administrasi atau kerugian negara dari sisi pajak. Risiko yang lebih besar adalah ancaman biologis terhadap pertanian nasional.

Produk hortikultura ilegal berpotensi membawa penyakit dan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat merusak produksi dalam negeri serta menurunkan kepercayaan petani.

“Dalam pertanian, satu barang terkontaminasi bisa berdampak luas. Ini menyangkut keberlangsungan produksi dan semangat petani,” ujar Amran di sela inspeksi lapangan.

 

Negara Hadir Lindungi Petani

 

Amran menekankan bahwa sektor pertanian menopang kehidupan ratusan juta masyarakat Indonesia, mulai dari petani hingga peternak. Oleh karena itu, kepentingan nasional tidak boleh dikorbankan demi keuntungan segelintir pihak.

Pemerintah memastikan proses hukum akan berjalan menyeluruh, termasuk menelusuri jaringan distribusi dan aktor yang terlibat di balik masuknya komoditas ilegal tersebut.

“Kami minta aparat mengusut tuntas sampai ke akar. Harus ada efek jera,” tegasnya.

 

Swasembada Jadi Garis Merah

 

Langkah penyitaan ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga momentum swasembada pangan. Setelah capaian swasembada beras, Kementerian Pertanian kini fokus memperkuat perlindungan terhadap komoditas strategis lainnya.

Masuknya pangan ilegal dinilai dapat merusak keseimbangan pasar, menekan harga produk lokal, dan memukul petani yang sedang berupaya meningkatkan produksi.

 

Pesan Keras untuk Mafia Pangan

 

Kasus bawang bombay ilegal di Semarang menjadi peringatan serius bagi pelaku usaha yang mencoba bermain di jalur gelap. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan petani dan kedaulatan pangan adalah garis merah yang tidak bisa ditawar.

Dengan pengawasan ketat dan penindakan langsung di lapangan, negara ingin memastikan bahwa pertanian Indonesia tumbuh sehat, adil, dan berkelanjutan.

×
Berita Terbaru Update